Senin, 14 November 2011

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

                 Ada beberapa pendapat para tokoh mengenai pengertian pelapisan sosial salah satunya menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis). Proses terjadinya pelapisan sosial dapat terjadi dengan sendirinya tanpa disengaja sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja maka bentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku. Ada juga pelapisan sosial yang terjadi dengan di sengaja. Sistem pelapisan yang disusun secara sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Sistem pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat misalnya di dalam organisasi pemerintahan, organisasi partai politik, perusahaan besar, perkumpulan-perkumpulan resmi, dan lain-lain. Ada juga beberapa teori tentang pelapisan sosial diantaranta adalah sebagai berikut : Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class), Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas kebawah (lower class),
Sementara itu ada pula sering kita dengar : kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas menengah kebawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan

             Membicarakan ilmu pengetahuan itu tidak akan ada pernah habisnya sampai kapanpun, karena apabila kita mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup luas akan selalu melekat diotak kita, berbeda halnya dengan harta, harta akan habis bila terus terpakai. Apalagi di zaman sekarang ini zaman yang serba modern ini, ilmu pengetahuan itu sangatlah penting tanpa adanya ilmu pengetahuan kita tidak akan bisa menjadi manusia yang lebih maju dan berkembang. Sama halnya dengan teknologi semakin berkembangnya zaman maka semakin pesat juga perkembangan dan kemajuan teknologi. Dengan adanya teknologi akan mempermudah kehidupan manusia karena dapat dipergunakan dimana saja kita berada, salah satunya dengan adanya handphone yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi dimanapun ia berada.  

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

                 Dilihat dari katanya saja sudah sangat berbeda antara kota dan desa, si kaya dan si miskin, langit dan bumi mungkin dapat di istilahkan sepert itu. Apalagi mengenai kehidupanya, etikanya, dan prilakunya pastilah berbeda pula. Masyarakat perkotaan dapat di katakan bahwa mereka mempunyai gaya hidup yang glamour, mewah, serba ada, serba berkecukupan, apapun yang mereka inginkan pasti bisa mereka dapatkan dengan cara apapun. Tetapi tidak semua masyarakat perkotaan seperti itu tergantung kepribadian mereka masing-masing. Masyarakat perkotaan itu berarti mereka yang bertempat tinggal di kota, berbeda dengan  masyarakat pedesaan. Banyak diantara masyarakat perkotaan tidak mengenal cara bersosialisasi yang baik bahkan diantara mereka ada juga yang meremehkan cara bersosialisasi dan berinteraksi dengan para masyarakat yang ada disekelilingnya padahal hal tersebut sangat penting. Kenapa hal itu dapat terjadi? Karena mereka lebih mementingkan dirinya sendiri tanpa bergantung dengan orang lain. Hal ini sangat tidak baik  karena didunia kita tidak dapat hidup sendiri melainkan kita membutuhkan orang lain, mungkin sebagai teman, sahabat, sebagai pelengkap kehidupan, terutama kita harus mempunyai atau saling mengenal masyarakat disekeliling kita saja.

Warga Negara dan Negara

             Apa sih warganegara itu? Warganegara dapat kita artikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara, tanpa adanya warganegara sebuah negara tidak akan mungkin dapat terbentuk. Selain itu unsur suatu negara yang lain adalah adanya rakyat, karena jika suatu negara tidak ada rakyatnya maka negara tersebut tidak dapat terbentuk hanya akan menjadi angan-angan yang tidak pasti. Termasuk rakyat suatu negara adalah meliputi semua orang yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah kekuasaan negara tersebut dan harus tunduk pada kekuasaan negara tersebut. Setiap warganegara yang tinggal di negaranya sendiri harus patuh akan hukum yang berlaku dinegara tersebut, tetapi zaman sekarang sangat sulit ditemukan warganegara yang patuh akan hukum negaranya sendiri, kebanyakan dari mereka malah melanggar hukum dan tidak memperdulikan hukum negaranya sendiri. 

Selasa, 08 November 2011

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

             Kita sering mendengar istilah kata individu, apa itu individu? Individu itu sendiri berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tak terbagi.  Jadi individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.  Menurut pendapat Dr. A. Lysen kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Ada pendapat yang lain juga bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan yaitu antara lain : menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitas atau takluk terhadap kolektif, dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau. Seorang individu ada kaitannya dengan pertumbuhan, pertumbuhan adalah proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik pengalaman.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan  antara lain :pendirian nativistik, pendirian empitistik dan environmentalistik, pendirian kenvergensi dan interaksional. Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.

Pemuda dan Sosialisasi

Untuk saat ini pasti kita semua tidak asing lagi dengan kata pemuda. Apa sih pemuda itu ? pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dengan generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus-menerus. Tetapi seperti yang sudah kita ketahui hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan pemuda pada saat ini. Pemuda yang kita ketahui saat ini lebih suka bermalas-malasan tanpa melakukan sesuatu hal apapun, lebih banyak berbuat kericuhan dimana-mana, berbuat yang tidak baik. Pemuda macam apa itu? Apakah pantas disebut sebagai pemuda sebagai generasi penerus? Kita juga sering mendengar kata masa remaja, masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematic, masa ini memungkinkan meraka berada dalam anomi (keadaan tanpa norma dan hokum, Red) akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua. Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri ,bagaimana bertindak  dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik secara individu maupun sebagai anggota masyarakat.