Menurut
artinya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi yang dimilikinya. Pendidikan memiliki peran penting dalam proses
pembangunan, mengapa demikian? Karena setiap gerak pembangunan pastilah
memerlukan inovasi pengetahuan, keterampilan dan pengembangan sikap, yang
dimana pengembangan sikap itu dapat kita tempuh melalui jalur pendidikan.
Pendidikan berperan sangat penting dalam kelangsungan hidup suatu bangsa.
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Januari 2012
Sabtu, 24 Desember 2011
Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
Pertentangan sosial atau bisa juga
diartikan sebagai konflik dalam masyarakat, menurut artinya konflik adalah
suatu proses sosial antara dua orang atau lebih bisa juga dalam bentuk kelompok
di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan
atau membuatnya tidak berdaya. Setiap masyarakat pasti mempunyai konflik, tidak
ada satu pun yang tidak pernah mengalaminya pasti diantaranya pernah
mengalaminya.
Sabtu, 03 Desember 2011
Agama dan Masyarakat
Membicarakan
soal agama, setiap orang pastilah
mempunyai kepercayaan masing-masing dan berbeda-beda. Sudah kita ketahui bahwa
ada lima agama yang diakui di negara ini yaitu, islam, Kristen, protestan,
hindu, dan budha. Di dalam undang-undang dasar 1945 menjelaskan tentang
“Tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikan
kepercayaannya dan menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah menurut
agama atau kepercayaannya”. Itu berarti bahwa setiap penduduk mempunyai hak
untuk menganut agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing, dalam hal agama
ini penduduk dibebaskan untuk menganut agama karena hal ini sudah menyangkut
dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Senin, 14 November 2011
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Ada
beberapa pendapat para tokoh mengenai pengertian pelapisan sosial salah satunya
menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau
masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).
Proses terjadinya pelapisan sosial dapat terjadi dengan sendirinya tanpa
disengaja sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Oleh karena
sifatnya yang tanpa disengaja maka bentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan
itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem
itu berlaku. Ada juga pelapisan sosial yang terjadi dengan di sengaja. Sistem
pelapisan yang disusun secara sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama.
Sistem pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat misalnya di
dalam organisasi pemerintahan, organisasi partai politik, perusahaan besar,
perkumpulan-perkumpulan resmi, dan lain-lain. Ada juga beberapa teori tentang
pelapisan sosial diantaranta adalah sebagai berikut : Masyarakat terdiri dari
kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class), Masyarakat terdiri dari
tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan
kelas kebawah (lower class),
Sementara
itu ada pula sering kita dengar : kelas atas (upper class), kelas menengah
(middle class), kelas menengah kebawah (lower middle class) dan kelas bawah
(lower class).
Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan
Membicarakan
ilmu pengetahuan itu tidak akan ada pernah habisnya sampai kapanpun, karena
apabila kita mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup luas akan selalu melekat
diotak kita, berbeda halnya dengan harta, harta akan habis bila terus terpakai.
Apalagi di zaman sekarang ini zaman yang serba modern ini, ilmu pengetahuan itu
sangatlah penting tanpa adanya ilmu pengetahuan kita tidak akan bisa menjadi
manusia yang lebih maju dan berkembang. Sama halnya dengan teknologi semakin
berkembangnya zaman maka semakin pesat juga perkembangan dan kemajuan
teknologi. Dengan adanya teknologi akan mempermudah kehidupan manusia karena
dapat dipergunakan dimana saja kita berada, salah satunya dengan adanya
handphone yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi dimanapun ia berada.
Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
Dilihat
dari katanya saja sudah sangat berbeda antara kota dan desa, si kaya dan si
miskin, langit dan bumi mungkin dapat di istilahkan sepert itu. Apalagi
mengenai kehidupanya, etikanya, dan prilakunya pastilah berbeda pula.
Masyarakat perkotaan dapat di katakan bahwa mereka mempunyai gaya hidup yang
glamour, mewah, serba ada, serba berkecukupan, apapun yang mereka inginkan
pasti bisa mereka dapatkan dengan cara apapun. Tetapi tidak semua masyarakat
perkotaan seperti itu tergantung kepribadian mereka masing-masing. Masyarakat
perkotaan itu berarti mereka yang bertempat tinggal di kota, berbeda dengan masyarakat pedesaan. Banyak diantara
masyarakat perkotaan tidak mengenal cara bersosialisasi yang baik bahkan
diantara mereka ada juga yang meremehkan cara bersosialisasi dan berinteraksi
dengan para masyarakat yang ada disekelilingnya padahal hal tersebut sangat
penting. Kenapa hal itu dapat terjadi? Karena mereka lebih mementingkan dirinya
sendiri tanpa bergantung dengan orang lain. Hal ini sangat tidak baik karena didunia kita tidak dapat hidup sendiri
melainkan kita membutuhkan orang lain, mungkin sebagai teman, sahabat, sebagai
pelengkap kehidupan, terutama kita harus mempunyai atau saling mengenal masyarakat
disekeliling kita saja.
Warga Negara dan Negara
Apa
sih warganegara itu? Warganegara dapat kita artikan sebagai orang-orang yang
menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara, tanpa adanya
warganegara sebuah negara tidak akan mungkin dapat terbentuk. Selain itu unsur
suatu negara yang lain adalah adanya rakyat, karena jika suatu negara tidak ada
rakyatnya maka negara tersebut tidak dapat terbentuk hanya akan menjadi
angan-angan yang tidak pasti. Termasuk rakyat suatu negara adalah meliputi
semua orang yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah kekuasaan negara
tersebut dan harus tunduk pada kekuasaan negara tersebut. Setiap warganegara
yang tinggal di negaranya sendiri harus patuh akan hukum yang berlaku dinegara
tersebut, tetapi zaman sekarang sangat sulit ditemukan warganegara yang patuh
akan hukum negaranya sendiri, kebanyakan dari mereka malah melanggar hukum dan
tidak memperdulikan hukum negaranya sendiri.
Selasa, 08 November 2011
Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Kita
sering mendengar istilah kata individu, apa itu individu? Individu itu sendiri
berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tak terbagi. Jadi individu merupakan sebutan yang dapat
untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Menurut pendapat Dr. A. Lysen kata individu
bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan
sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Ada pendapat
yang lain juga bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai
kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Individu dalam bertingkah
laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan yaitu antara lain : menyimpang
dari norma kolektif kehilangan individualitas atau takluk terhadap kolektif,
dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau.
Seorang individu ada kaitannya dengan pertumbuhan, pertumbuhan adalah proses
asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap
karena pengaruh baik pengalaman.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain :pendirian nativistik, pendirian
empitistik dan environmentalistik, pendirian kenvergensi dan interaksional.
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak
dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.
Pemuda dan Sosialisasi
Untuk saat ini pasti
kita semua tidak asing lagi dengan kata pemuda. Apa sih pemuda itu ? pemuda
adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan,
terutama dengan generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda
diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan
generasi sebelumnya, generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet
pembangunan secara terus-menerus. Tetapi seperti yang sudah kita ketahui hal
tersebut sangat berbanding terbalik dengan pemuda pada saat ini. Pemuda yang
kita ketahui saat ini lebih suka bermalas-malasan tanpa melakukan sesuatu hal
apapun, lebih banyak berbuat kericuhan dimana-mana, berbuat yang tidak baik.
Pemuda macam apa itu? Apakah pantas disebut sebagai pemuda sebagai generasi
penerus? Kita juga sering mendengar kata masa remaja, masa remaja adalah masa
transisi dan secara psikologis sangat problematic, masa ini memungkinkan meraka
berada dalam anomi (keadaan tanpa norma dan hokum, Red) akibat kontradiksi
norma maupun orientasi mendua. Sosialisasi adalah proses yang membantu individu
melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri ,bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan
berfungsi, baik secara individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Jumat, 30 September 2011
Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan
Dalam sebuah
kehidupan didalamnya pasti terdapat penduduk, masyarakat, dan kebudayaan.
Ketiga hal tersebut mempunyai hubungan yang berkaitan erat atau juga bisa juga
dikatakan saling berdekatan yang tidak dapat dipisahkan. Dalam hal ini penduduk digunakan dalam pengertian
orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah
tertentu, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula. Sedangkan
masyarakat adalah kesatuan kehidupan social manusia yang menempati wilayah yang
keteraturannya dalam kehidupan social telah di mungkinkan. Adanya penduduk yang bermukim dalam suatu
wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula memungkinkan menjadi
terbentuknya masyarakat di walayah tersebut. Ini berarti masyarakat akan
terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa
ada penduduk, masyarakat terbentuk karena adanya penduduk. Hal ini semakin
membuktikan bahwa penduduk dan masyarakat mempunyai hubungan yang berkaitan.
Langganan:
Postingan (Atom)