Minggu, 25 November 2012

Pengantar Organisasi & Arsitektur Komputer "Arithmatic Logic Unit (ALU)"


  Pengantar Organisasi & Arsitektur Komputer 
“Arithmatic Logic Unit (ALU)”
2 KA 12
Nama Kelompok 5 :
1.      Dwi Rejeki                                                 (12111260)
2.      Resti Hanifa                                              (18111036)
3.      Widi Nur Astuti                                        (17111380)
4.      Yuni Puspa Rahayu                                  (17111665)
        

SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2012/2013

Computer Arithmetic
1.      Arithmetic Logic Unit (ALU)
                 ALU, singkatan dari Arithmetic And Logic Unit adalah salah satu bagian dalam dari sebuah mikroprosesor yang berfungsi untuk melakukan operasi hitungan          aritmatika dan logika. Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan        pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR.
                               Tugas utama dari ALU (Arithmetic And Logic Unit) adalah melakukan semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi            program. ALU melakukan operasi arithmatika dengan dasar pertambahan, sedang operasi arithmatika yang lainnya, seperti pengurangan, perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan.

2.      Integer Representation atau Representasi data
                           Data adalah bilangan biner dan informasi berkode biner lain yang    dioprasikan untuk mencapai beberapa hasil perhitungan. Informasi biner disimpan sebagai data atau informasi control.
a.      Konversi biner, octal, dan heksadesimal
            Untuk mengkonversi dari biner ke octal, dapat membagi bilangan biner mulai dari titik radiks menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari tiga bit, berikut adalah tabelnya.
Bilangan berkode octal biner
Desimal
Oktal
Biner
0
0
000
1
1
001
2
2
010
3
3
011
4
4
100
5
5
101
6
6
110
7
7
111
           
            Sedangkan untuk menkonversi octal ke biner, setiap digit octal dihubungkan dengan kelompok tiga bit dan nilai bilangan binernya didapat dari penggabungan kelompok-kelompok tersebut, berikut tabelya:
Bilangan biner berkode heksadesimal.
Desimal
Heksadesimal
Biner
0
0
0000
1
1
0001
2
2
0010
3
3
0011
4
4
0100
5
5
0101
6
6
0110
7
7
0111
8
8
1000
9
9
1001
10
A
1010
11
B
1011
12
C
1100
13
D
1101
14
E
1110
15
F
1111
Contoh 1 :
Konversikanlah (1101000101.01011)2 ke dalam bilangan octal
Jawab :
1  101  000  101 010  11        
1    5     0       5     2     6
maka bilangan octal yang ekuivalen adalah 1505.26
001  000  110  100    
  1      0       6      4
maka bilangan octal yang ekuivalen adalah 1064
Contoh 2 :
Konversikan (11101110001011001)2 ke dalam heksadesimal
1  1101  1100  0101  1001     
1     D       C       5         9
Maka bilangan heksadesimal yang ekuivalen adalah 1DC59
1111  0000  0110  0100
   F        0        6        4
b.      Representasi Desimal Berkode Biner (BCB)
            Representasi decimal berkode biner (BCB) adalah gabungan dari sistem bilangan decimal ke biner. Dalam BCB menggunakan empat bit (satu nibble). Berikut tabelnya :
Hubungan decimal, binary, dan BCB
Desimal
Biner
BCB
0
0000
0000
1
0001
0001
2
0010
0010
3
0011
0011
4
0100
0100
5
0101
0101
6
0110
0110
7
0111
0111
8
1000
1000
9
1001
1001
10
1010     0001
0000
11
1011     0001
0001
12
1100     0001
0010
13
1101     0001
0011
14
1110     0001
0100
15
1111     0001
0101

             Contoh :
Konversikan (3729)10 ke BCB
Jawab :
   3         7         2          9
11        0111   0010   1001

3.      Konversi Bilangan
1.      Biner adalah bilangan berbasis dua yang terdiri dari 0 dan 1,
2.      Octal adalah bilangan berbasis delapan yang terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7
3.      Decimal adalah bilangan berbasis sepuluh yang terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9
4.      Hexadecimal adalah bilangan berbasis enam belas yang terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F.
           Di bawah ini merupakan table konversi bilangan Decimal, Biner, Octal, dan Hexadecimal sampai dengan 16 (dalam Decimal). Untuk mengetahui sebuah bilangan dalam basis bilangan yang berbeda dapat dilakukan konversi antar bilangan tersebut. Jika konversi hanya sampai 16 (dalam Decimal) dapat menggunakan tabel di bawah. 

Konversi antar bilangan
A.    BILANGAN DECIMAL 
1.      Konversi Bilangan Decimal ke Biner

Contoh 254 (10) = .......(2)
Caranya dengan membagi bilangan tersebut dengan dua sampai bilangan tersebut tidak bisa lagi dibagi dua (kurang dari dua) dengan mencatat setiap sisa pembagian.
254 : 2 = 127 sisa 0
127 : 2 =   63 sisa 1
  63 : 2 =   31 sisa 1
  31 : 2 =   15 sisa 1
  15 : 2 =     7 sisa 1
    7 : 2 =     3 sisa 1
    3 : 2 =     1 sisa 1
    1 : 2 =        sisa 1
Jadi  254 
(10) = 11111110 (2) diurutkan dari sisa pembagian terakhir sebagai MSB (Most Significant Bit)
  1.       Konversi Bilangan Decimal ke Octal
    Contoh 254 (10) = .......(8)
    Caranya dengan membagi bilangan tersebut dengan delapan sampai bilangan tersebut tidak bisa lagi dibagi delapan (kurang dari delapan) dengan mencatat setiap sisa pembagian.
    254 : 8 = 31 sisa 6
      31 : 8 =  3  sisa 7
                            3 : 8 =      sisa 3
 Jadi  254 (10) = 376 (8) diurutkan dari sisa pembagian terakhir sebagai MSB (Most Significant Bit)
  1.        Konversi Bilangan Decimal ke Hexadecimal
    Contoh 254 (10) = .......(16)
    Caranya dengan membagi bilangan tersebut dengan enam belas sampai bilangan tersebut tidak bisa lagi dibagi enam belas (kurang dari enam belas) dengan mencatat setiap sisa pembagian.
    254 : 16 = 15 sisa 14 atau E (lihat tabel di atas)
      15 : 16 =      sisa 15 atau F (lihat tabel di atas)
    Jadi  254 
    (10) = FE (16) diurutkan dari sisa pembagian terakhir sebagai MSB (Most Significant Bit).
B.     BILANGAN BINER
  1.       Konversi Bilangan Biner ke Decimal
    Contoh 1100100 (2) = .......(10)
    Dengan cara mengalikan bilangan-bilangan tersebut dengan dua yang telah dipangkatkan sesuai urutan 0,1,2,4, dan seterusnya kemudian menjumlahkannya.
    0 x 2
    0 = 0
    0 x 2
    1 = 0
    1 x 2
    2 = 4
    0 x 2
    3 = 0
    0 x 2
    4 = 0
    1 x 2
    5 = 32
    1 x 2
    6 = 64
    0+0+4+0+0+32+64 = 100
    Jadi 1100100 
    (2) = 100 (10)
  2.      Konversi Bilangan Biner ke Octal
    Contoh 1100100 (2) = .......(8)
    Dengan cara memisahkan bilangan tersebut menjadi beberapa bagian dimulai dari bilangan paling kanan (LSB). Setiap bagian terdiri dari tiga angka (digit), kemudian lihat tabel di atas. Jika bagian terakhir (paling kiri) kurang dari tiga digit, dapat menambahkan bilangan 0.
    1100100 dipisahkan menjasi tiga bagian menjadi 1-100-100 atau 001-100-100
    100
    (2) = 4 (8)
    100
    (2) = 4 (8)
    001
    (2) = 1 (8)
    Jadi  1100100 
    (2) = 144 (8)
  3.        Konversi Bilangan Biner ke Hexadecimal
    Contoh 1100100 (2) = .......(16)
    Dengan cara memisahkan bilangan tersebut menjadi beberapa bagian dimulai dari bilangan paling kanan (LSB). Setiap bagian terdiri dari empat angka (digit), kemudian lihat tabel di atas. Jika bagian terakhir (paling kiri) kurang dari empat digit, dapat menambahkan bilangan 0.
    1100100 dibagi empat bagian menjadi 110-0100 atau 0110-0100
    0100
    (2) = 4 (16)
    0110
    (2) = 6 (16)
    Jadi 1100100
    (2) = 64 (16)
C.    BILANGAN OCTAL
  1.        Konversi Bilangan Octal ke Decimal
    Contoh 200 (8) = ...... (10)
    Dengan cara mengalikan bilangan-bilangan tersebut dengan delapan yang telah dipangkatkan sesuai urutan 0,1,2,4, dan seterusnya kemudian menjumlahkannya.
    0 x 80 = 0
    0 x 81 = 0
    2 x 82 = 128
    0+0+128 = 128
    Jadi 200
    (8) = 128 (10)
  2.       Konversi Bilangan Octal ke Biner
    Contoh 200 (8) = ...... (2)
    Dengan cara melihat tabel di atas kemudian tulis dalam tiga digit, setelah itu diurutkan (disatukan).
    0
    (8) = 000 (2)
    0
    (8) = 000 (2)
    2
    (8) = 010 (2)
    Jadi 200
    (8) = 010000000 (2)
  3.       Konversi Bilangan Octal ke Hexadecimal
    Contoh 200 (8) = ...... (16)
                Lakukan konversi ke Decimal atau ke Biner terlebih dahulu kemudian konversi lagi ke Hexadecimal. Jika konversi dilakukan ke bilangan Biner, maka hasil konversi dipisahkan menjadi beberapa bagian dimana setiap bagian terdiri dari empat digit dimulai dari sebelah kanan (LSB) kemudian dikonversi ke Hexadecimal dengan melihat tabel di atas.
    200 
    (8) = 010000000 (2)
    010000000 menjadi 0-1000-0000 atau 0000-1000-0000
    0000
    (2) = 0 (16)
    1000
    (2) = 8 (16)
    0000
    (2) = 0 (16)
    Jadi  200 
    (8) = 080 (16)
D.    BILANGAN HEXADECIMAL
  1.       Konversi Bilangan Hexadecimal ke Biner
    Contoh FA (16) = ..... (2)
    Caranya dengan menggunakan tabel di atas.
    A
    (16) = 1010 (2)
    F
    (16) = 1111 (2)
    Jadi  FA 
    (16) = 11111010 (2)
  1.       Konversi Bilangan Hexadecimal ke Octal
    Contoh FA (16) = ..... (8)
                Caranya dengan mengkonversi bilangan tersebut ke Biner  terlebih dahulu kemudian gunakan cara konversi bilangan Biner ke Octal.
    FA 
    (16) = 11111010 (2)
    11111010 menjadi 11-111-010 atau  011-111-010
    010
    (2) = 2 (8)
    111
    (2) = 7 (8)
    011
    (2) = 3 (8)
    Jadi  FA 
    (16) = 372 (8)
  2.       Konversi Bilangan Hexadecimal ke Decimal
    Contoh FA (16) = ..... (10)
                Dengan cara mengalikan bilangan-bilangan tersebut dengan enam belas yang telah dipangkatkan sesuai urutan 0,1,2,4, dan seterusnya kemudian menjumlahkannya.
    A x 16
    0 atau 10 x  160 = 10
    F x 16
    1 atau 15 x  161 = 240
    10+240 = 250
    Jadi  FA 
    (16) = 250 (10)  
4.      Penjumlahan, pengurangan dan perkalian  Biner
1.      Penjumlahan biner
                Penjumlahan bilangan biner serupa dengan penjumlahan pada bilangan desimal. Dua bilangan yang akan dijumlahkan disusun secara vertikal dan digit-digit yang mempunyai signifikansi sama di tempatkan pada kolom yang sama.
            Digit-digit ini kemudian dijumlahkan dan jika jumlahnya lebih besar dari 1, maka ada bilangan yang disimpan, selanjutnya bilangan yang disimpan tersebut dijumlahkan dengan bilangan di sebelah kirinya.
Aturan dasar untuk penjumlahan pada bilangan biner adalah seperti berikut:
0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 0 = 1
1 + 1 = 0, simpan 1
Contoh :
1.      Sebagai contoh akan dijumlah dua bilangan biner  01012 + 00112 hasilnya 10002
2.      Sebagai contoh akan dujumlahkan dua bilangan biner 11001+11011 hasilnya 110100
Kolom

1
2
3
4
5
Bilangan pertama

1
1
0
0
1
Bilangan kedua

1
1
0
1
1
Bilangan  yang di simpan
1
1

1
1

Jumlah
1
1
0
1
0
0

2.      Pengurangan Biner
            Metode yang digunakan dalam pengurangan bilangan biner juga sama dengan metode yang digunakan untuk pengurangan pada bilangan desimal. Dalam metode ini, jika diperlukan sebuah angka diperbolehkan meminjam 1 dari kolom yang mempunyai derajat lebih tinggi atau yang biasanya berada di sebelah kiri.
Aturan dasar untuk pengurangan bilangan biner adalah sebagai berikut:
0 – 0 = 0
1 – 0 = 1
1 – 1 = 0
0 – 1 = 1, pinjam 1 

 
3.      Perkalian Biner
                  Metode yang digunakan dalam perkalian biner juga pada dasarnya sama dengan perkalian desimal, akan terjadi pergeseran ke kanan setiap dikalikan 1 bit pengali. Setelah proses perkalian masing-masing bit pengali selesai, dilakukan penjumlahan masing-masing kolom bit hasil.


Referensi
Berbagai Sumber








Tidak ada komentar:

Posting Komentar