Ini
sepotong kisah, tentang perjalanan
Seorang
insan, menapaki jejak kehidupan
Dia
lahir ke dunia, dari keluarga
Tidak
miskin, kurang kaya, tapi sederhana
Ayah
berdagang, Ibu mengasuh dia dirumah
Sejak
kecil belajar susah, hanya bersikap pasrah
Sempat
sesaat mengenal ASI dari ibu (nya)
Sambil
bernyanyi dengan lagu yang berjudul “waktu” dari Bondan Prakoso &
Fade2Black, aku ingin menceritakan tentang kehidupan sederhanaku, kalau kalian
mengetahui lagunya nyanyilah bersamaku...
Aku
hanya seorang gadis kecil yang lugu, usiaku baru menginjak 8 tahun bulan mei
ini. Itu berarti aku baru saja merayakan hari ulang tahunku, yaa ulang tahun.
Di saat anak seusiaku merayakan ulang tahun itu pastinya menyenangkan, ucapan
selamat dari orang-orang yang menyayangi dan mencintai silih berganti tiada
henti, doa dan harapan disampaikan, kado-kado dengan bungkus cantik berwarna
pink bertaburan dihadapannya, belum lagi kecupan manis dan kado special dari
papah-mamahnya, kue ulang tahun nan lezat dan mempesona seakan menjadi maskot
di acara yang indah tersebut. “Aahhh itu semua menyenangkan”
gumamku.
Itu
semua hanya bisa dirasakan oleh mereka. Bagaimana denganku? Aku hanya bisa
gigit jari membayangkan keindahan itu bisa terjadi pada diriku di ulang tahunku
kelak, mataku memerah “kenapa aku tak bisa seperti mereka”
keluhku. Tapi aku berfikir kembali “untuk apa aku mengeluh, lupakan-lupakan”.
Tak ada yang istimewa dalam diriku, aku hanya gadis kecil yang miskin, aku
terlahir dari keluarga miskin.jangankan untuk merayakan ulang tahun, untuk
kehidupan sehari-hari pun keluargaku serba pas-pasan.
Aku
sekarang kelas 1 sekolah dasar. Teman-temanku semua bisa dibilang keluarga yang
berkecukupan. Mereka pergi kesekolah dengan seragam baru yang cling, sepatu
yang lucu berwarna pink, tas bergambarkan Barbie pink, penghias rambut berwarna
pink yang membuatnya lucu, semua serba baru. Aroma toko masih tercium. “aku
ingin seperti mereka” keluhku lagi.
Sedangkan
aku? Bagaimana dengan penampilanku? Lihatlah penampilanku, mulai dari seragam,
sepatu, tas, semuanya bekas kakakku tidak ada barang baru yang menempel dalam
diriku. Sederhana bukan, itulah kehidupanku.
Ayahku
hanya seorang pedagang keliling. Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, sesekali
tenaga ibuku dibutuhkan untuk membantu pekerjaan tetangga, yaa walaupun dengan
bayaran yang tak seberapa. Tetapi ibuku tetap mensyukurinya “ini
merupakan rejeki dari Tuhan”. Kata ibuku “seberapapun uang yang kita
dapat, banyak atau sedikit, ini rejeki dari Tuhan, syukuri, Alhamdulillah”.
Sebuah kata mutiara dari seorang wanita sabar dan hebat terucap dari mulut
manisnya.
Dia
takkan gentar, meski Guntur menggelegar
Aral
melintang, tak mampu untuk buat pudar
Hanya
syukuri anugerah, akan nasib dan takdir
Dia
takkan menyerah, terus berjuang hingga akhir...
Hidup
sulit bagiku sudah terbiasa, aku dan kesulitan sudah bersahabat. Aku tak pernah
menyalahkan siapa-siapa, kenapa aku terlahir dari keluarga sederhana ini.
Mungkin saat ini Tuhan sedang menguji keluargaku dengan serba kekurangan ini,
suatu saat nanti mungkin aku bisa merubah nasib keluargaku. Tuhan itu maha
adilkan? Selama manusia masih berusaha dan berdoa, Tuhan pasti membantunya, aku
yakin itu.
Tapakilah
jejak diri, wujudkanlah mimpi
Dan
yakinhlah kan kau raih
Lakukanlah
dari hati, beri yang terbaik
Pasti
kan kau raih...
Dan
kini, dia injak usia labil
Dia
tinggalkan, satu masa kala ia kecil
Skill..
get real, he can make it... berhasil!!!
Sekian
dari banyak mimpi dalam hati kecil
Kecil
sebenarnya berarti besar
Ia
terlempar dalam panggung hidup yang kasar
Sabar,
yaa kawan, ini tentang edukasi
Yang
tak terdapat dari sekolah, atau pun skripsi...
Itu
ceritaku pada saat aku berusia 8 tahun, kini usiaku sudah menginjak 25 tahun
dan sekarang aku telah bekerja di salah satu kantor milik negara. Sekarang
kehidupanku jauh lebih baik, selepas Sekolah Dasar aku melanjutkan ke SMP,
kemudian aku melanjtkan ke SMA. Itu semua hasil kerja keras kedua orang tuaku,
yaa orang tuaku ingin aku mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Aku kira aku
hanya bisa sampai SMA ternyata tidak, aku bisa melanjutkan sampai perguruan
tinggi, yaa sampai Universitas, beasiswa yang membuatku seperti ini.
Bangganya
aku mempunyai orang tua yang pekerja keras. Sekarang kehidupanku jauh lebih
baik, aku bisa menyenangkan kedua orang tuaku, aku bisa membuatnya bahagia di
hari tuanya, aku bisa membuat orang tuaku tersenyum.
Lakukanlah
dari hati beri yang terbaik
Pasti
kan kau raih
Semua
cita dan mimpimu
Hanya
waktu yang dapat menjawab
Mampukah
dia mengubah (nya)
Saat
semua mimpinya tercipta
Saat
dimana jalannya lebar terbuka
Beban
berat tertancap dipundak
Semua
hanya jadi sejarah yang terlewat
Dia
merdeka, nyata dan bahagia
Dia
tertawa diakhir semua usaha
Dia
percaya, jalan tak selalu berliku
Dan
mengerti, celah untuk berpacu.
Lirik Lagu :
Bondan Prakoso & Fade2Black :)
Lirik Lagu :
Bondan Prakoso & Fade2Black :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar