Senin, 27 Mei 2013

Waktu


Ini sepotong kisah, tentang perjalanan
Seorang insan, menapaki jejak kehidupan
Dia lahir ke dunia, dari keluarga
Tidak miskin, kurang kaya, tapi sederhana
Ayah berdagang, Ibu mengasuh dia dirumah
Sejak kecil belajar susah, hanya bersikap pasrah
Sempat sesaat mengenal ASI dari ibu (nya)
Syukuri rahmat, dapat singkat nikmat ilmu...

Sambil bernyanyi dengan lagu yang berjudul “waktu” dari Bondan Prakoso & Fade2Black, aku ingin menceritakan tentang kehidupan sederhanaku, kalau kalian mengetahui lagunya nyanyilah bersamaku...

Aku hanya seorang gadis kecil yang lugu, usiaku baru menginjak 8 tahun bulan mei ini. Itu berarti aku baru saja merayakan hari ulang tahunku, yaa ulang tahun. Di saat anak seusiaku merayakan ulang tahun itu pastinya menyenangkan, ucapan selamat dari orang-orang yang menyayangi dan mencintai silih berganti tiada henti, doa dan harapan disampaikan, kado-kado dengan bungkus cantik berwarna pink bertaburan dihadapannya, belum lagi kecupan manis dan kado special dari papah-mamahnya, kue ulang tahun nan lezat dan mempesona seakan menjadi maskot di acara yang indah tersebut. “Aahhh itu semua menyenangkan” gumamku.

Itu semua hanya bisa dirasakan oleh mereka. Bagaimana denganku? Aku hanya bisa gigit jari membayangkan keindahan itu bisa terjadi pada diriku di ulang tahunku kelak, mataku memerah “kenapa aku tak bisa seperti mereka” keluhku. Tapi aku berfikir kembali “untuk apa aku mengeluh, lupakan-lupakan”. Tak ada yang istimewa dalam diriku, aku hanya gadis kecil yang miskin, aku terlahir dari keluarga miskin.jangankan untuk merayakan ulang tahun, untuk kehidupan sehari-hari pun keluargaku serba pas-pasan.

Aku sekarang kelas 1 sekolah dasar. Teman-temanku semua bisa dibilang keluarga yang berkecukupan. Mereka pergi kesekolah dengan seragam baru yang cling, sepatu yang lucu berwarna pink, tas bergambarkan Barbie pink, penghias rambut berwarna pink yang membuatnya lucu, semua serba baru. Aroma toko masih tercium. “aku ingin seperti mereka” keluhku lagi.
Sedangkan aku? Bagaimana dengan penampilanku? Lihatlah penampilanku, mulai dari seragam, sepatu, tas, semuanya bekas kakakku tidak ada barang baru yang menempel dalam diriku. Sederhana bukan, itulah kehidupanku.

Ayahku hanya seorang pedagang keliling. Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, sesekali tenaga ibuku dibutuhkan untuk membantu pekerjaan tetangga, yaa walaupun dengan bayaran yang tak seberapa. Tetapi ibuku tetap mensyukurinya “ini merupakan rejeki dari Tuhan”. Kata ibuku “seberapapun uang yang kita dapat, banyak atau sedikit, ini rejeki dari Tuhan, syukuri, Alhamdulillah”. Sebuah kata mutiara dari seorang wanita sabar dan hebat terucap dari mulut manisnya.

Dia takkan gentar, meski Guntur menggelegar
Aral melintang, tak mampu untuk buat pudar
Hanya syukuri anugerah, akan nasib dan takdir
Dia takkan menyerah, terus berjuang hingga akhir...

Hidup sulit bagiku sudah terbiasa, aku dan kesulitan sudah bersahabat. Aku tak pernah menyalahkan siapa-siapa, kenapa aku terlahir dari keluarga sederhana ini. Mungkin saat ini Tuhan sedang menguji keluargaku dengan serba kekurangan ini, suatu saat nanti mungkin aku bisa merubah nasib keluargaku. Tuhan itu maha adilkan? Selama manusia masih berusaha dan berdoa, Tuhan pasti membantunya, aku yakin itu.

Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi
Dan yakinhlah kan kau raih
Lakukanlah dari hati, beri yang terbaik
Pasti kan kau raih...

Dan kini, dia injak usia labil
Dia tinggalkan, satu masa kala ia kecil
Skill.. get real, he can make it... berhasil!!!
Sekian dari banyak mimpi dalam hati kecil
Kecil sebenarnya berarti besar
Ia terlempar dalam panggung hidup yang kasar
Sabar, yaa kawan, ini tentang edukasi
Yang tak terdapat dari sekolah, atau pun skripsi...

Itu ceritaku pada saat aku berusia 8 tahun, kini usiaku sudah menginjak 25 tahun dan sekarang aku telah bekerja di salah satu kantor milik negara. Sekarang kehidupanku jauh lebih baik, selepas Sekolah Dasar aku melanjutkan ke SMP, kemudian aku melanjtkan ke SMA. Itu semua hasil kerja keras kedua orang tuaku, yaa orang tuaku ingin aku mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Aku kira aku hanya bisa sampai SMA ternyata tidak, aku bisa melanjutkan sampai perguruan tinggi, yaa sampai Universitas, beasiswa yang membuatku seperti ini.
Bangganya aku mempunyai orang tua yang pekerja keras. Sekarang kehidupanku jauh lebih baik, aku bisa menyenangkan kedua orang tuaku, aku bisa membuatnya bahagia di hari tuanya, aku bisa membuat orang tuaku tersenyum.

Lakukanlah dari hati beri yang terbaik
Pasti kan kau raih
Semua cita dan mimpimu
Hanya waktu yang dapat menjawab
Mampukah dia mengubah (nya)

Saat semua mimpinya tercipta
Saat dimana jalannya lebar terbuka
Beban berat tertancap dipundak
Semua hanya jadi sejarah yang terlewat

Dia merdeka, nyata dan bahagia
Dia tertawa diakhir semua usaha
Dia percaya, jalan tak selalu berliku
Dan mengerti, celah untuk berpacu.

Lirik Lagu :
Bondan Prakoso & Fade2Black :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar