Selasa, 17 September 2013

Hayoo, Siapa Dia??

Sebagai salah satu kreator film boneka Si Unyil...
Sebagai seniman lukis yang telah menghasilkan puluhan lukisan bergaya figuratif-naratif...
Sebagai seorang penulis buku yang sekaligus menjadi ilustrator bukunya...
Sebagai pendongeng dengan gaya yang khas dengan boneka dan menggambar...
Sebagai seniman Jawa yang mampunyai atensi pada seni tari, gamelan, karawitan, dan menjadi seorang dalang...
Sebagai salah satu tokoh yang sangat berpengaruh terhadap sejarah perkembangan awal animasi di Indonesia...

Sebagai pengajar, baik sebagai pengajar seni akademik di seni ilustrasi di almamaternya, ITB Bandung, pengajar khusus animasi di IKJ Jakarta dan sebagai pembicara pada workshop dongeng dan animasi pada even-even khusus...
Dedikasinya terhadap budaya Indonesia, dalam hal ini kebudayaan Jawa menjadi catatan kreatif yang patut diawetkan dalam buku perjalanan hidup seorang Suyadi...
Keseluruhan hidupnya didedikasikan untuk anak-anak.  Sebagai sebagai pecinta anak-anak ia mencurahkan hasil kreasinya dalam bentuk dongeng, buku, dan lukisannya untuk anak-anak Indonesia...


Alis tebal, Kumis tebal, dengan blankon dikepalanya, dan yang menjadikan ciri khasnya adalah suaranya yang terdengar serak dan galak. Drs. Suyadi, lahir di Puger, Jember – Jawa Timur 28 November 1932. Beliau merupakan Lulusan dari Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1952-1960. Lalu meneruskan belajar animasi ke Perancis pada tahun 1961-1963.

Beliau adalah seseorang yang pertama kali menciptakan serial Si Unyil untuk mendidik anak-anak Indonesia pada tahun 1980. Mulai dari melukis, menulis buku anak-anak, mendalang, menikmati karya sastra jawa klasik, menceritakan lagu-lagu kesayangan, merupakan hobinya sejak lama. Iyaa, kita semua mengenalnya dengan julukan Pak Raden.

Tetapi dengan apa yang saya lihat, dengar, dan baca. Ada berita yang menyebutkan bahwa Pak Raden ini sedang sakit, dan membutuhkan biaya untuk pengobatannya, factor usia mungkin mempengaruhi kesehatan fisiknya. Karena hal itu Pak Raden berniat untuk menjual lukisannya untuk biaya pengobatan, tetapi Pak Raden tidak menjualnya kesembarang orang maupun institusi. Beliau hanya ingin menjual lukisannya kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Rencananya jika lukisan itu berhasil terjual, Uangnya akan digunakan untuk pengobatan kaki Pak Raden yang sakit dan untuk menerbitkan tiga buku anak-anak tentang pewayangan. Miris memang kedengarannya seorang seniman senior Indonesia harus menjual lukiasnnya untuk pengobatannya.
(Semoga cepat sembuh Pak Raden, seluruh anak Indonesia mendoakanmu :D)


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar