Ini
hanya sebatas cara saya memandang apa yang saya alami. bila mana kalian tidak
menyukai nya silahkaaaan...dan terserah. saya menghormati kalian dan saya
berharap kalian menghormati saya. Semua Tulisan ini hanya semacam doktrin
personal saya sekaligus hanya omong kosong saya saja.. semua ringan se-ringan
looping beat di album-album hiphop, sebebas udara yang kalian hirup.
So,
bebaslahh, menurut saya bebas itu Indah...
Melakukan
kebaikan itu nggak perlu untuk dilihat orang, nggak perlu untuk disanjung,
nggak perlu untuk mendapat imbalan dalam bentuk materi. Tapi kebaikan itu
bagaiman kita menikmatinya dengan rasa yang ikhlas, karena senang telah
membantu orang lain. Jika kita melakukan hal yang positif dan berprilaku baik,
tentu orang lain pun akan merespect kita dengan kebaikan juga “lw baik
gw balikin baik, lw jahat gw balikin jahat”. Kebaikan akan dibalas
dengan kebaikan pula. Didunia ini kita hidup nggak sendiri, kita nggak akan
mampu untuk hidup sendiri kita membutuhkan orang lain sebagai pelengkap hidup.
Respect,
adalah sebuah kata sederhana yang sesungguhnya memiliki makna yang kompleks dan
luas. Bukan hanya berarti saling mengakui, saling menghargai, atau saling
menghormati. Respect, sederhana saja, jika kita mau menyapa orang-orang
disekeliling kita dengan santun dan ramah, tidak mengejek, tidak mencemooh,
tidak mengucilkan, tidak menindas,. Jika kita mau mengunjungi teman lama kita,
jika kita berbaik hati mendahulukan kepentingan orang lain, jika kita tulus
memaafkan kesalahan-kesalahan, jika kita selalu tersenyum dan terus
menularkannya, jika kita memberikan bantuan terlebih dahulu, jika kita menjadi
lebih toleran, jika kita tak ragu memberikan pelukan, jika kita melakukan
kebaikan yang sederhana dalam keseharian, jika kita menyapa orang yang
kesepian, jiaka kita saling berbagi terhadap yang membutuhkan, jika kita
menghargai kerja keras dan karya orang lain, jika kita menyemangati teman kita
yang sedih, jika kita lebih perduli terhadap sekeliling kita. Itu semua dalam
kata Respect, sederhana bukan
.
Menilik
lagi tentang kata Respect yang dijabarkan dalam kalimat tersebut, rasanya sulit
untuk kita untuk melakukan hal itu. Kebanyakan dari kita sudah memiliki rasa
individualis “rasa kebersamaan?” perlu dipertanyakan. Hanya segelintir orang
yang mempunyai rasa kebersamaan, mungkin dapat dihitung dengan jari. Entah itu
satu-dua-tiga-empat-lima yaa hanya segitu. Bandingkan dengan sifat individualis
yang sudah mendarah daging, yang sudah merajalela bagi diri kita. Masa bodo
dengan orang lain dan berfikiran “ahh bodo amat orang lain ini, bukan
siapa-siapa gw”. Sebuah pemikiran yang cerdas untuk orang bodoh.
Says :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar