Say Hello To
Jakartaaaa...
Iya Jakarta, Siapa sih yang tidak kenal kota yang satu ini kota metropolitan, kota elit. Jakarta,
kota yang memiliki daya tarik yang cukup tinggi dan besar bagi siapapun. Setiap
orang yang ditanya pasti ingin ke Jakarta, mereka bilang sih mau cari
keberuntungan di kota ini, cari kerja walaupun dengan kemampuan yang sangat
minim dan pendidikan yang kurang.
Indah itu bagus, baik, menawan, sempurna, menarik perhatian, cantik,
rupawan, enak dilihat. Tapi apakah semua itu ada di Jakarta? Apakah Jakarta itu “indah”? iya
Jakarta itu “indah”, indah kemacetannya, indah sampahnya, indah kalinya, indah “keamananya”,
indah “kerapiannya”, indah “ketertibannya”, indah “fasilitasnya”, indah
“pendidikannya”, indah “pemerintahannya” (nanti menyusul) :D, tetapi
itu semua dalam tanda “kutip” dan minus. Kenapa demikian?
Kemacetan merupakan
salah satu masalah yang ada di Jakarta, walaupun sudah diadakannya Busway yang
katanya akan mengatasi masalah kemacetan di Jakarta kenyataannya tidak, Jakarta
masih saja semrawut dengan kemacetannya. Armada Busway dengan warga Jakarta
mungkin tidak sebanding jadi para tuan-tuan bermobil tetap menggunakan
kendaraan mereka untuk mencapai kantor. Selain itu pemerintahpun mengeluarkan
peraturan plat ganji-genap, katanya sih akan efektif bulan Maret ini tapi
tahunya molor sampai bulan Juni. Katanya sih ini tanpa biaya alias
gratis-tis-tis dan tanpa ada calo juga, wah info-info yang bagi yang
mengetahui...
Indah sampahnya.. hahhh
sampah ko indah? Itu sih namanya bukan indah tapi buruk yaa gaa? Coba kita
lihat di Jakarta hampir di seluruhnya menyimpan banyak sampah apalagi kalau
kita sudah memasuki pemukiman penduduk yang kumuh, itu sangat wahh. Banyak dari
mereka yang masih membuang sampah sembarangan, asal lempar saja “breggg”. Yang paling
parahnya lagi mereka membuang sampah ke kali-kali, ke ng sungai-sungai. Kalau sudah
begitu apa yang akan terjadi?? Yaa apalagi kalau bukan banjir saat musim
penghujan tiba, air meluap dari selokan-selokan karena tersumbat sampah, air
kali yang meluap karena menumpuknya sampah. Apakah ini semua salah pemerintah? Tidak
ini semua salah diri sendiri yang kurang sadar dan perduli terhadap lingkungan.
Indah “keamanannya”...
masa? Tidak juga ahhh, masih banyak saja para perampok-perampok yang bekerja
disiang hari bolong, mereka masih saja berani melakukan kejahatan di keramaian
entah itu mencuri, merampok, menjambret, hipnotis dan lain-lain. Dan masih
banyak saja kendaraan yang tidak tahu diri merampas hak pejalan kaki, Sudah
tahu untuk pejalan kaki, tetapi masih banyak saja kendaraan seperti motor yang
melewati trotoar tersebut, yaa mau tidak mau para pejalan kaki harus mengalah. Bahkan
nih yaa saking nekatnya ada juga yang melewat jembatan penyebrangan, woowww..
Indah “kerapiannya”...
mungkin kalau di kota-kota kerapiannya terlihat rapi dengan adanya taman kota,
tetapi tidak tahu deh kalau yang diperkampungan, masih banyak saja yang kurang
perduli.
Indah “ketertibannnya”...
masih belum sepertinya, masih banyak saja para pedagang-pedagang kaki lima yang
mengelar dagangan mereka di pinggir-pinggir jalan sehingga menggangu lalu
lintas, memang sih itu merupakan mata pencaharian mereka tapi seharusnya
pemerintah membuatkan tempat khusus untuk para pedagang kaki lima mungkin itu
bisa sedikit mengurangi ketidak tertiban di Jakarta.
Indah “Fasilitasnya”...
masih saja kurang, masih saja banyak fasilitas yang kurang dan tidak berfungsi.
Semisalnya saja seperti halte Busway yang atapnya bolong mungkin karena termakan
usia, ada juga jembatan penyebrangan yang mulai rapuh baik atapnya maupun
alasnya hal ini cukup sangat membahayakan terlebih jika kita melintasi
tiba-tiba jatuh, ini namanya bukan keamanan bagi pengguna penyebrang jalan tapi
sih menantang maut. Telefon umum, emang sih sekarang zaman modern, zaman serba
canggih tetapi tidak semua orang mampu mengikuti zaman. Semisalnya saja telefon
genggam tidak semua orang mempunyai alat pintar ini, makanya telefon umum tetap
diadakan, yaa walaupun kedengarannnya jadul “Hari gini ga punya hp, masih aja
pakai telefon umum” tapi yaa namanya fasilitas harus tetap dipertahankan yaa.
Toilet Umum, banyak sekali toilet umum di Jakarta yang tidak terawat entah itu
kran yang mati, toilet yang kotor dan bau pokoknya tidak layak deh untuk
digunakan. Mungkin untuk toilet ini harus saling bekerja sama antara pemakai
dan pembuat agar kebersihannya tetap terjaga.
Dibalik itu semua tidak
sepenuhnya kesalahan pemerintah, sebenarnya pemerintah sudah menjalankan
tugasnya dengan cukup baik, tinggal masyarakatnya sajalah yang kurang sadar dan
tidak perduli dengan hal itu semua. Mereka masih banyak yang beranggapan “kalau
rusak yaa di perbaiki lagi lah, masih banyak uang ini kan? Untuk apa uang tidak
digunakan?”. Tapi yaa setidaknya merawat dan menjaga apa susuhnya yaa kan? Marilah
mulai sadar diri agar kota Jakarta terlihat Indah dalam segiapapun. Dibalik itu
semua pasti ada program-program pemerintah yang sudah berjalan dengan baik, dan
saya walaupun bukan warga Jakarta cukup salut dengan kinerja pemerintah yang
sudah berhasil dan berjalan baik. Marilah sama-sama kita menjaga kota kita agar
lebih indah, jangan hanya di ambil dari segi negatifnya saja sisi positifnya
juga ada ko, tapi mungkin tidak saya bahas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar