Rabu, 13 Maret 2013

Jakarta Itu "indah" (1)


Say Hello To Jakartaaaa... 
Iya Jakarta, Siapa sih yang tidak kenal kota yang satu ini kota metropolitan, kota elit. Jakarta, kota yang memiliki daya tarik yang cukup tinggi dan besar bagi siapapun. Setiap orang yang ditanya pasti ingin ke Jakarta, mereka bilang sih mau cari keberuntungan di kota ini, cari kerja walaupun dengan kemampuan yang sangat minim dan pendidikan yang kurang.

Indah itu bagus, baik,  menawan, sempurna, menarik perhatian, cantik, rupawan, enak dilihat. Tapi apakah semua itu ada di Jakarta? Apakah Jakarta itu “indah”? iya Jakarta itu “indah”, indah kemacetannya, indah sampahnya, indah kalinya, indah “keamananya”, indah “kerapiannya”, indah “ketertibannya”, indah “fasilitasnya”, indah “pendidikannya”, indah “pemerintahannya” (nanti menyusul) :D, tetapi itu semua dalam tanda “kutip” dan minus. Kenapa demikian?

Kemacetan merupakan salah satu masalah yang ada di Jakarta, walaupun sudah diadakannya Busway yang katanya akan mengatasi masalah kemacetan di Jakarta kenyataannya tidak, Jakarta masih saja semrawut dengan kemacetannya. Armada Busway dengan warga Jakarta mungkin tidak sebanding jadi para tuan-tuan bermobil tetap menggunakan kendaraan mereka untuk mencapai kantor. Selain itu pemerintahpun mengeluarkan peraturan plat ganji-genap, katanya sih akan efektif bulan Maret ini tapi tahunya molor sampai bulan Juni. Katanya sih ini tanpa biaya alias gratis-tis-tis dan tanpa ada calo juga, wah info-info yang bagi yang mengetahui...

Indah sampahnya.. hahhh sampah ko indah? Itu sih namanya bukan indah tapi buruk yaa gaa? Coba kita lihat di Jakarta hampir di seluruhnya menyimpan banyak sampah apalagi kalau kita sudah memasuki pemukiman penduduk yang kumuh, itu sangat wahh. Banyak dari mereka yang masih membuang sampah sembarangan, asal lempar saja “breggg”. Yang paling parahnya lagi mereka membuang sampah ke kali-kali, ke ng sungai-sungai. Kalau sudah begitu apa yang akan terjadi?? Yaa apalagi kalau bukan banjir saat musim penghujan tiba, air meluap dari selokan-selokan karena tersumbat sampah, air kali yang meluap karena menumpuknya sampah. Apakah ini semua salah pemerintah? Tidak ini semua salah diri sendiri yang kurang sadar dan perduli terhadap lingkungan.

Indah “keamanannya”... masa? Tidak juga ahhh, masih banyak saja para perampok-perampok yang bekerja disiang hari bolong, mereka masih saja berani melakukan kejahatan di keramaian entah itu mencuri, merampok, menjambret, hipnotis dan lain-lain. Dan masih banyak saja kendaraan yang tidak tahu diri merampas hak pejalan kaki, Sudah tahu untuk pejalan kaki, tetapi masih banyak saja kendaraan seperti motor yang melewati trotoar tersebut, yaa mau tidak mau para pejalan kaki harus mengalah. Bahkan nih yaa saking nekatnya ada juga yang melewat jembatan penyebrangan, woowww..

Indah “kerapiannya”... mungkin kalau di kota-kota kerapiannya terlihat rapi dengan adanya taman kota, tetapi tidak tahu deh kalau yang diperkampungan, masih banyak saja yang kurang perduli.
Indah “ketertibannnya”... masih belum sepertinya, masih banyak saja para pedagang-pedagang kaki lima yang mengelar dagangan mereka di pinggir-pinggir jalan sehingga menggangu lalu lintas, memang sih itu merupakan mata pencaharian mereka tapi seharusnya pemerintah membuatkan tempat khusus untuk para pedagang kaki lima mungkin itu bisa sedikit mengurangi ketidak tertiban di Jakarta.

Indah “Fasilitasnya”... masih saja kurang, masih saja banyak fasilitas yang kurang dan tidak berfungsi. Semisalnya saja seperti halte Busway yang atapnya bolong mungkin karena termakan usia, ada juga jembatan penyebrangan yang mulai rapuh baik atapnya maupun alasnya hal ini cukup sangat membahayakan terlebih jika kita melintasi tiba-tiba jatuh, ini namanya bukan keamanan bagi pengguna penyebrang jalan tapi sih menantang maut. Telefon umum, emang sih sekarang zaman modern, zaman serba canggih tetapi tidak semua orang mampu mengikuti zaman. Semisalnya saja telefon genggam tidak semua orang mempunyai alat pintar ini, makanya telefon umum tetap diadakan, yaa walaupun kedengarannnya jadul “Hari gini ga punya hp, masih aja pakai telefon umum” tapi yaa namanya fasilitas harus tetap dipertahankan yaa. Toilet Umum, banyak sekali toilet umum di Jakarta yang tidak terawat entah itu kran yang mati, toilet yang kotor dan bau pokoknya tidak layak deh untuk digunakan. Mungkin untuk toilet ini harus saling bekerja sama antara pemakai dan pembuat agar kebersihannya tetap terjaga.

Dibalik itu semua tidak sepenuhnya kesalahan pemerintah, sebenarnya pemerintah sudah menjalankan tugasnya dengan cukup baik, tinggal masyarakatnya sajalah yang kurang sadar dan tidak perduli dengan hal itu semua. Mereka masih banyak yang beranggapan “kalau rusak yaa di perbaiki lagi lah, masih banyak uang ini kan? Untuk apa uang tidak digunakan?”. Tapi yaa setidaknya merawat dan menjaga apa susuhnya yaa kan? Marilah mulai sadar diri agar kota Jakarta terlihat Indah dalam segiapapun. Dibalik itu semua pasti ada program-program pemerintah yang sudah berjalan dengan baik, dan saya walaupun bukan warga Jakarta cukup salut dengan kinerja pemerintah yang sudah berhasil dan berjalan baik. Marilah sama-sama kita menjaga kota kita agar lebih indah, jangan hanya di ambil dari segi negatifnya saja sisi positifnya juga ada ko, tapi mungkin tidak saya bahas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar